text-decoration:none; color:black; display:block; }

Cari Blog Ini

Halaman

Daftar Band Terfavorid

  • Ada Band
  • Avenged sevenfold
  • Boys Like Girls
  • Bruno Mars
  • Bryan Adams
  • Glenn Fredly
  • Green Day
  • Jason Mraz
  • Kerispatih
  • lagu jadul barat lainnyya
  • Pasto
  • Pitbull
  • Sammy Simorangkir
  • Tompi

Jumat, 09 Maret 2012

C I N T A

cinta adalah anugrah dari Yang Maha Kuasa dan itu sangat indah rasanya apabila kita tau betul apa itu makna cinta. sebenarnya makna cinta itu tidak hanya di miliki oleh lawan jenis saja, seseorang pasti semua di anugrahi cinta, jatuh cinta perasaan tertarik dengan lawan jenis, perasaan sayang dengan kerabat, teman orang tua, dan yang paling penting adalah cinta kepada Allah.
saya sendiri sudah pernah merasakan apa itu atau gimana rasanya di cintai dan mencintai orang.

dan itu rasanya sepeti tidak bisa di ungkapkan.
ketika seseorang sudah mulai jatuh cinta, yang ada di pikiran dia adalah hanya sosok yang membuat dia menjadi luluh, selalu memikirkannya, memberikan suatu perhatian yang lebih, dan yang pasti ada hasrat untuk selalu setiap saat bertemu dengannya.

cinta yang saya maksut di sana adalah cinta kepada lawan jenis. :D
pertama kali saya mengalami perasaan itu semenjak SD kelas 4, ketika saya mulai tertarik dengan seorang cowo, rasanya saya bersemangat ketika setiap waktu selalu ada dia. (kebetulan sekelas sama saya :))
masih ingat betul di pikiran saya pada waktu dimana ada saat yang membuat saya bahagia..hahahaha, sangat ingusan sekali apabila saya sudah merasakan apa itu cinta. tapi apa salahnya , toh itu juga salah satu tanda kan bahwa saya normal....hahaha :D

saya mencicipi pertama kali pacaran semenjak smp, ketika itu saya suangat tertarik dengan seorang cwo yang tipe saya baget. saya dan dia sangat singkat sekali, pada suatu saat saya dengan dia memilih untuk mengakhiri sebuah hubungan itu. -____-

pernah saya berpacaran dengan sesorang yang saya sama sekali tidak ada rasa dengan dia, mencoba sukapun saya tidak bisa. #kasian ya tuh cowo :D
tapi....karna saya merasa kalau apabila hubungan ini di teruskan , jadinya ya gak enak kan, gak ada perasaan saling mencintai :) akhirnya kami berpisah, dan sampai sekarang menjalin hubungan baik.

yang namanya mantan, ya kita kudu bisa menjaga suatu hubungan itu donk, gimanapun dia pernah mengisi hati kita, menjaga kita , dll :) setujuu (y) ??

selain itu saya juga pernah berpacaran dengan "Long Distance" atau pacaran dengan jarak jauh, untuk menjaga hubungan itu hanya memalui komunikasi secara tidak langsung saja, yaa, sesekali bertemu jika ada waktu.
hubungan kami kandas, karena saya merasa tidak cocok :D

kalo sekarang?

emmm, cerita gak yaa..???


-->>>to be continue

Jumat, 02 Maret 2012

Kehidupan

“Aku yang mati, kamu yang enak. Aku yang kejepit, kamu yang melejit. Kamu semua kelihatan saja menangis, meringis, tapi sebetulnya kamu semua tertawa, kamu terus hidup ngakak. Kematianku sudah menghasilkan lebih banyak uang lagi ke dalam bisnismu. Air matamu hanya kelambu untuk menutup segala kebahagiaan dan keuntunganmu menjual berita-berita perih, menciptakan esai-esai, elegi-elegi, balada-balada dan orasi-orasi yang meratapi dan menggugat kematianku. Kamu tidak punya malu lagi mengeruk keun­ tungan dari orang yang mati!”

Mayat itu mengetuk pintu sebuah media massa yang mengalami cetak ulang ketika memuat secara lengkap cerita dan foto-foto kematiannya. Para wartawan yang ditemuinya semua menghindar, menutupi hidungnya, mengangkat bahu dan menunjuk atasannya. “Tanya Bapak, aku kan hanya menjalankan assignment. ”

Sedang atasannya yang paling atas sibuk menunjuk wakilnya supaya meladeni mayat yang cerewet itu.

Akhirnya sekretaris redaksi, terpaksa membatalkan niatnya untuk pulang lebih dulu. Ia menghadapi mayat itu dengan senyum ramah. Sama-sama wanita, mungkin dapat diselesaikan secara baik-baik.

“Silakan menuliskan semua keberatan Anda terhadap pemberitaan kami. Kalau memang ada yang salah, meskipun kami sudah sangat berhati-hati, kami bersedia untuk meralatnya untuk kebahagiaan dan ketenangan Anda di sana,”

katanya mempersilahkan mayat itu menumpahkan semua sumpah- serapahnya. Mayat itu langsung duduk di depan komputer. Seperti bendungan ambrol, ia menembakkan seluruh unek-unek perutnya. Apa saja yang sudah menyakitkan, apa saja yang sudah menyinggung, semua yang tidak adil, seluruh ketidak- benaran, kesalahkaprahan, bahkan yang mungkin akan menyiksanya di kemudian hari, ia beberkan dengan kata-kata yang tajam dan berbisa. Ia menguras seluruh dendam, luka, prasangka dan kesakitannya. Berjam-jam mayat itu mencurahkan segala tuntutannya. Komputer penuh dengan kata-kata kotor. Dalam uraian mayat itu dunia menjadi pabrik kejahatan yang hanya dihuni oleh bandit-bandit tengik. Moral, susila, tata krama, kepatutan, keluhuran budi apalagi kemanusiaan yang dikibar- kibarkan selama ini, ternyata hanya sebuah koteka, untuk membungkus kebiadaban.

“Semuanya busuk,” erang mayat itu. Ia kemudian lebih banyak mengeram- ngeram seperti kata- kata tak mampu lagi menampung sumpah-serapahnya. Akhirnya ia menggigit kursi sampai cabik-cabik, untuk menahan lonjakan perasaannya yang tertampung oleh layar komputer

Sekretaris panik. Tetapi ketika ia mau lari mengadukan itu kepada atasannya, telepon berbunyi.

“ Biarkan saja, dia memerlukan ventilasi untuk menyalurkan emosinya. Nanti setelah kempes dia kan pergi sendiri. ”

“Tapi kursinya rusak, Pak.

Itu kan baru dibeli. Bagaimana kalau dia menghancurkan komputer. ”

“Biar saja.

Tapi suruh anak-anak siap untuk menjepret. Ini justru bagus untuk publikasi kita !” Sekretaris bengong. Mayat itu berdiri, karena mencabik kursi itu, juga tidak bisa mengurangi tegangan dadanya. Ia lalu menumbukkan kepalanya ke dinding. Sekretaris menutup matanya, lalu lari keluar. Mayat itu membentur dinding begitu kerasnya sehingga foto-foto di dinding berjatuhan. Di antaranya ada gambar garuda. Moncong garuda itu menancap di atas kepalanya. Mayat itu baru menjadi sedikit tenang. Dengan garuda yang masih bertengger di kepalanya, ia kembali ke kursi.

Di situ ia menangis tersedu-sedu. Setelah menangis tersedu-sedu nampaknya sebagian unek-unek tuntutannya berhasil ia lemparkan keluar dari perut, hati dan otaknya. Ia menoleh kembali ke layar komputer dengan lebih santai. Seperti balon kempes, ia menggepeng di atas kursi. Nampak begitu lelah namun damai.

Penjaga kantor yang tua bangka menghampirinya menanyakan apakah ia memerlukan sesuatu. Minuman panas, air dingin untuk penyegar. Mungkin juga makanan, semacam roti bakar yang masih bisa disamber dari perempatan jalan di malam yang selarut itu. Sekaligus mengingatkan bahwa subuh sebentar lagi akan menyundul di langit timur. Mayat itu menggelengkan kepalanya. Ia tidak menginginkan apa- apa lagi. Seluruhnya mampetan pikirannya sudah tersalurkan. Kini ia memerlukan sebuah tidur yang panjang. Barangkali sepotong dua potong mimpi yang benar-benar mimpi.

Penjaga kantor itu mengerti. Tetapi sebelum pergi meninggalkan tamu eksklusif yang diwanti-wanti oleh sekretaris supaya diperlakukan ekstra istimewa itu, ia sempat mengerling ke atas layar komputer. Ia berdecak-decak kagum. Seakan-akan ikut menikmati kepuasan mayat tersebut. Ini menyebabkan kantuk mayat itu hilang. Ia menoleh pada penjaga malam yang sudah lancang itu dengan mata berkilat-kilat.

“Kamu mengerti?”

“Ya, saya mengerti sekali.”

“Kamu bisa merasakan.”

“Kenapa tidak?

Jelas sekali.”

“Apa kamu menganggap semua ini neko-neko ?”

“Tidak. Itu memang benar.”

Mayat itu menjadi amat girang, menemukan untuk pertama kalinya, orang yang mampu memahami segala tuntutannya.

“Jadi kamu percaya sekarang betapa tidak adilnya semua ini ?”

“Saya percaya.”

Mayat itu mengulurkan tangannya. Penjaga malam itu juga mengulurkan tangannya. Keduanya berjabatan tangan, seperti orang yang mau bersekongkol. Tapi tangan penjaga malam itu dingin seperti beku.

Mayat itu terkejut.

“Kenapa tanganmu dingin sekali?

Kamu takut ?”

“Tidak.”

“Kamu heran atau kaget karena membaca semua ini ?”

“Tidak.”

“Lalu kenapa tanganmu lebih dingin dari es ?”

“Ya memang begini keadaannya?”

“Tapi kenapa?”

“Karena inilah hidup saya.”

Mayat itu terkejut. Ia curiga kalau-kalau bukan menghadapi seorang penjaga malam. Siapa tahu itu agen polisi. Paling sedikit mata- mata yang diutus oleh kepala kantor. Tetapi ketika ia memandangi mata penjaga itu, ia hampir terpekik. Karena di kedua mata nampak ruang kosong.

“Astaga kamu tidak punya mata lagi?”

“Tidak.”

“Tapi kenapa kamu masih bisa melihat?”

“Saya harus bisa melihat meskipun tidak punya mata.”

“Kenapa?”

“Karena itu kewajiban saya.”

Mayat itu bergidik. Bulu kuduknya meremang.

“Apa lagi kewajiban kamu?”

“Semuanya!”

Mayat itu tercengang.

“Kewajiban? Kewajiban apa?

Kamu ngomong seperti seorang budak ?!”

“Ya memang.”

“Apa? Kamu budak?”

“Betul. Saya budak.”

“Budak apa? Budak siapa?”

“Budak segala- galanya. Saya budak komplit. ”

Mayat itu bingung. Dia berdiri dan memperhatikan penjaga itu lebih cermat. Tak puas hanya melihat, ia lalu menyentuh, kemudian meraba- raba, selanjutnya merogoh tubuh penjaga malam itu. Tiba-tiba ia terpekik ngeri.

“Wow! Badan kamu seperti tak punya tulang.

Daging kamu bonyok !”

“Memang!”

“Bukan cuma itu, aku jadi curiga,

jangan-jangan kamu, maaf boleh aku kobok sekali lagi ?”

“Silakan.”

Mayat itu mendekat, lalu ngobok sekali badan penjaga malam itu. Ia terpekik kembali dan meloncat keluar. Matanya sampai tumpah keluar karena takjub.

“Ya Tuhan,

kamu kok sepertinya tidak punya hati dan juga tidak punya otak. ”

“Memang begitu.”

“Apa?

Kamu betul- betul tidak punya perasaan dan pikiran ?”

“Betul.”

“Edan!”

“Ya.

Jangankan perasaan dan pikiran. Apa pun saya tidak punya. Lihat kemaluan juga tidak ada lagi. Maaf ya … .”

Penjaga malam itu membuka seluruh pakaiannya. Mayat itu menggigil. Orang itu memang sudah dikebiri total. Seluruh kema­ luannya, termasuk kedua biji buah ampulurnya sudah dicomot. Ia tak punya segala- galanya.

“Kamu sudah bangkrut sebangkrut- bangkrutnya. Kamu tidak punya apa-apa kamu sudah kalah komplit. Apa kamu bukan manusia?” “Saya manusia.”

“Apa kamu sakti?”

“Tidak!”

“Lha kenapa kamu bisa hidup?”

“Ya begitulah.

Saya harus hidup, meskipun tidak punya semua itu lagi. ”

“Tidak mungkin!”

“Memang tidak mungkin, tetapi apa boleh buat, wong ini harus, kok. Ini kewajiban saya. ”

Mayat itu berpikir keras. Lalu menggeleng- gelengkan kepala­ nya.

“Siapa sih sebenarnya kamu?”

“Boleh panggil saya siapa saja, saya tidak pilih-pilih nama.

Terserah orang, suka manggil saya apa saja, silahkan, saya manut-manut saja. ”

“Itu namanya pasrah. Apa kamu orang Jawa ?”

Penjaga malam itu berpikir.

“Nah sekarang kamu berpikir!”

“Bukan begitu.

Saya memang telmi, telat mikir. ” “Coba ceritakan sedikit kehidupan kamu. Gaji kamu berapa sih. Pasti besar sekali karena kewajiban kamu begitu berat. Berapa?”

“Tiga puluh.”

“Tiga puluh juta?”

“Bukan tiga puluh saja.”

“Maksud kamu gaji kamu seperak satu hari ?”

“Ya.”

“Gila!

Bagaimana kamu bisa hidup hanya dengan gaji begitu ?”

“Itu juga dianggap sudah terlalu banyak. Bukan hanya saya yang harus hidup. Istri saya dan sepuluh orang anak saya juga harus hidup.”

Mayat itu ternganga. Ia pelan-pelan duduk kembali. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana seorang yang bergaji seperak satu hari dengan tanggungan istri dan 10 anak bisa hidup. Pasti penjaga malam itu korupsi.

“Kamu pasti korupsi?”

“Tidak, Pak. Saya hanya jualan kertas- kertas kantor yang sudah tidak terpakai. ”

“Kalau begitu kamu ngobyek!”

“Terserah, Pak.”

“Kamu korupsi!”

“Apa itu korupsi, Pak?”

“Jelas!”

“Ya sudah.”

Mayat itu termenung. Ia lupa pada masalahnya sendiri dan mulai kagum.

Memang pada orang kecil sering muncul sifat- sifat luhur yang dahsyat.

“Kamu luar biasa,”

gumam mayat itu terpesona.

“Orang lain sudah mati kalau kondisinya seperti kamu ini.”

“Memang saya sudah mati.”

“Ah! Apa?”

“Kata saya, saya sudah mati.”

“Kamu sudah mati.”

“Ya.”

“Jadi kamu ini mayat?”

“Betul sekali.”

“Mayat seperti gua ini?”

“Benar!”

“Wow! Kalau begitu kita sama dong!” teriak mayat itu kegi­ rangan karena merasa mendapat seorang teman secara tiba-tiba, sambil mengulurkan tangannya mau berjabatan. Tetapi sekali ini, penjaga malam itu tak menyambut uluran tangannya.

“Ayo salaman, kita sama! Tadinya kukira aku sendirian. Sekarang aku tahu masih ada orang lain. Sedikitnya kita bisa berbagi kemalangan.

Ayo salaman !”

Penjaga malam itu menggeleng.

“Tidak bisa.”

“Kenapa tidak bisa?

Kamu tidak mau salaman? Ini hanya ekspresi bukan kolusi,

jangan takut, tidak akan dituntut. ”

“Tidak bisa.

Saya tidak bisa salaman.

Jangan keliru. ”

“Keliru bagaimana?”

“Saya bukan mayat seperti situ.”

“Lho tadi kamu bilang kamu mayat?”

“Betul.”

“Tetapi bukan?”

“Betul sekali.

Saya memang mayat, tetapi bukan. ”

“Kenapa bukan?”

“Karena meskipun saya mayat, tempat saya tidak di kuburan.

Tetapi di kantor ini. ”

“O kalau begitu kamu hantu?”

“Apa saya hantu?”

“Ya kamu hantu kalau begitu!”

“Ya sudah.

Boleh juga saya disebut begitu. ”

Mayat itu berpikir.

“Kamu jangan main- main. Ini bukan waktunya untuk guyonan. ”



“Tidak bisa. Saya tidak bisa salaman.

Jangan keliru. ”

“Keliru bagaimana?”

“Saya bukan mayat seperti situ.”

“Lho tadi kamu bilang kamu mayat?”

“Betul.”

“Tetapi bukan?”

“Betul sekali. Saya memang mayat, tetapi bukan. ”

“Kenapa bukan?”

“Karena meskipun saya mayat, tempat saya tidak di kuburan. Tetapi di kantor ini. ”

“O kalau begitu kamu hantu?”

“Apa saya hantu?”

“Ya kamu hantu kalau begitu!”

“Ya sudah.

Boleh juga saya disebut begitu. ”

Mayat itu berpikir.

“Kamu jangan main- main. Ini bukan waktunya untuk guyonan. ”

Penjaga malam itu tiba-tiba keluar dari gelap dengan tergo­ poh-gopoh menghampiri.
“Maaf, memanggil saya, perlu sesuatu?”
Mayat itu terkejut. “O tidak, tidak, sudah cukup.
Aku tidak perlu apa-apa lagi !”

Penjaga malam itu mengangguk, lalu kembali lagi ke tempatnya. Waktu itu mayat itu merasa malu hati. Diliriknya komputer yang penuh dengan tumpahan tuntutannya.

Setelah melihat nasib penjaga malam itu, apa yang dirasanya sebagai kesakitan, seperti tidak ada artinya sama sekali. Ia merasa sudah terlalu cengeng. Sambil menggeleng- gelengkan kepalanya seakan-akan sudah berbuat kekeliruan yang fatal, mayat itu lalu kembali kepada komputernya.

Disertai penyesalan penuh, hanya dengan satu gera­ kan, ia menyentuh keybord komputer untuk menghapus semua keluh- kesahnya. Tetapi apa daya, seluruh tulisan di dalam komputer itu sudah diprotek, sama sekali tidak bisa dihapus lagi. Ia abadi.***

Jumat, 24 Februari 2012

catatan Kecil

kalau mendengar kata "sahabat" , tentu tidak asing lagi bagi kita semua..
yaa, sahabat ialah orang terdekat kita, yang mampu mengerti kondisi kita, di saat kita sedih, kecewa, marah, sahabat akan membuat kita tersenyum :) 

sahabat yang baik ialah, di saat kita membutuhkan dia, dia selalu ada....dia mampu mendengar keluhan keluhan yang kita rasakan, dia mampu memberikan semangat dalam hidup kita.

guys,
kita di dunia ini gak sendirian, ada banyak orang orang yang dekat dengan anda, yang peduli dengan anda, dan tidak jauh dari anda.
perlu kita sadari bahwa, sesungguhnya pertemanan yang di jalin di antara sahabat sejati adalah di saat ada satu hal yang membuat kita saling benci, namun lama kelamaan kita akan menjadi satu, itu karna faktor adanya saling membutuhkan satu dengan yang lain, sehingga membuat suatu pertengkaran menjadi luluh karna adanya rasa saling membutuhkan satu dengan yang lain.

saya pernah mengalami yang semula kita berteman baik, namun kita saling angkuh hanya karena permasalahan yang sepele...
pada suatu saat tidak lama kami jarang bertegur sapa, gak memperhatiin satu dengan yang lain. namun suatu ketika, di saat hampir waktu memisahkan kita hubungan saya dengan dia kembali hangat, hanya gara" kita mengerti bahwa pertengkaran di antara 2 sahabat itu tidak penting. 
saya dan mantan musuh saya yang sekarang menjadi sahabat sejati , hingga saat ini kamu selalu akrab, saling memberi motivasi , saling bertukar pikiran, berbagi pengalaman, dll :)
sungguh indahnya dunia di saat kita menemukan sahabat yang benar benar berarti bagi kita.
menemukan sahabat sejati tidaklah mudah, terkadang tanpa kita sadari orang yang kita anggap sebagai sahabat, ternyata dia malah membuat kita kecewa, atau bahkan dia membuat kita membencinya...

sebenarnya masih banyak orang" yang mampu menerima apa adanya kita,
segala kekurangan yang kita miliki, tanpa memandang segi fisik, kekayaan, strata dan sebagainya,

yaaa,, yang bisa menerima semua itu ialah orang orang di sekitar anda, alias sahabat sejati anda..

Pacar mudah di cari, tetapu untuk mendapatkan sahabat sejati itu gak gampang lhoo :)


Rabu, 22 Februari 2012

Curhat "Seseorang"

yang di namakan seseorang adalah..
menurut saya seseorang itu...
seseorang itu orang yang berbentuk manusia,

dan sosok manusia itu adalah salah satu ciptaan tuhan

seseorang yang berarti buat saya dan bagi saya adalah...
seseorang yang mampu membuat setiap hari-hari saya terasa begitu berwarna, nyaman, aman, tentram, damai, dan memberikan kesejukan di kala saya sedang ada sesuatu yang membuat saya jatuh...

siapa saja bisa di sebut seseorang,
tapi sebutan seseorang itu bermakna hanya "satu" dan kita menyebutnya tanpa nama...

apakah saya menemukan seseorang itu.....??
menurut saya adalah...

hanya saya yang bisa menjawab...
tak ada seorang pun yang tau siapakah seseorang yang saya maksutkan...

kalo anda bisa menebak, berarti anda adalah orang yang dekat dengan saya saat ini...sekarang, esok dan selamanya....(mungkin)

Selasa, 14 Februari 2012


Belajar Grafologi, Membaca Tulisan Tangan

Akhir-akhir ini lagi pengen belajar grafologi, entah kenapa rasanya unik aja melihat karakter orang dari tulisan tangan. Dan setelah tahu kalau sebenernya tanda tangan kita bisa juga sebagai penentu karakter kita, agak nyesel juga sih bikin tanda tangan yang tiap kali dilihat orang selalu berkata "mbulet" alias ruwet.
Awalnya sih memang biar nggak mudah ditiru, tapi lama2 jadi ngerasa "iya ya, mbulet" hehehe. Alhasil tiap tanda tangan dokumen mending pilih parah ajalah, lumayan agak "eye catching" juga sih hehe.


Well, apa itu grafologi??

Aku mencoba menularkan info lewat blog ini, sekalian untuk back up saja kalau2 data di komputer dan flashdisku hilang.


Apa Sich Grafologi itu???

Grafologi merupakan sebuah Ilmu yang mempelajari tentang Tulisan Tangan telah dikenal sejak berabad-abad yang lalu, misalnya di China pengetahuan tentang tulisan tangan telah digunakan sejak tahun 1000 Masehi meskipun tidak secara Ilmiah.


Baru sekitar tahun 1622, seorang dokter dari Italia,dr. Camillo Baldi mengemukakan penemuan tentang ilmu pengenalan tulisan yang dibuat secara sistematik/ilmiah yang dimuat dalam bukunya, dimana dalam bukunya tersebut diterangkan tentang adanya hubungan yang unik antara tulisan tangan seseorang dengan karakter dan kepribadiannya.

Pada tahun 1741-1801, Pastor Swiss,J.C Lavanter mebuat Laporan yang lebih sistematik dan Cermat tentang tulisan tangan. Meskipun masih berupa perkiraan dan menerangkan tentang sifat-sifat umum namun telah memberikan inspirasi bagi orang lain, khususnya di Paris. Beberapa orang yang terinspirasi diantaranya : Louis Hocquart selain itu ada juga yang berasal dari kelompok agama, diantaranya : KardinalRegnier, Uskup Agung Cambrai, Uskup Boudinet, dan Flandrin. (belajar grafologi mengetahui kepribadian)


Dari sumber yang aku dapat di huteri.com , beliau menjelaskan bahwa, menurut riset, keakuratan analisagrafologi mencapai 80-90%.


Beberapa sifat yang bisa dilihat lewat tulisan seseorang:


1. Arah kemiringan huruf
Ke kanan = ekspresif, emosional
Tegak = menahan diri, emosi sedang
Ke kiri = menutup diri
Ke segala arah dalam 1 kalimat = tidak konsisten
Ke segala arah dalam 1 kata = ada masalah dengan kepribadiannya


2. Bentuk umum huruf-huruf
Bulat atau melingkar = alami, easygoing
Bersudut tajam = agresif, to the point, energi kuat
Bujursangkar = realistis, praktek berdasar pengalaman
Coretan tak beraturan = artistik, tidak punya standar


3. Huruf-huruf bersambung atau tidak
Bersambung seluruhnya = sosial, suka bicara dan bertemu dengan orang banyak
Sebagian bersambung sebagian lepas = pemalu, idealis yang agak sulit membina hubungan (terlebih hubungan spesial).
Lepas seluruhnya = berpikir sebelum bertindak, cerdas, seksama


4. Spasi antar kata
Berjarak tegas = suka berbicara (mungkin orang yang selalu sibuk?)
Rapat/Seolah tidak berjarak = tidak sabaran, percaya diri dan cepat bertindak


5. Jarak vertikal antar baris tulisan
Sangat jauh = terisolasi, menutup diri, bahkan mungkin anti sosial
Cukup berjarak sehingga huruf di baris atas tidak bersentuhan dengan baris di bawahnya = boros, suka bicara
Berjarak rapat sehingga ujung bawah huruf ‘y’, ‘g’, menyentuh ujung atas huruf ‘h’, ‘t’ = organisator yang baik

6. Interpretasi huruf ‘t’
Letak palang (-) pada kail ‘t’
- Cenderung ke kiri = pribadi waspada, tidak mudah percaya
- Tepat di tengah = pribadi yang kurang orisinil tapi sangat bertanggung jawab
- Cenderung ke kanan = pribadi handal, teliti, mampu memimpin
Panjang kail ‘t’ menunjukkan kemampuan potensial untuk mencapai target.
Tinggi-rendah palang (-) pada kail ‘t’
- Rendah = setting target lebih rendah dari kemampuan sebenarnya (kurang percaya diri atau pemalas)
- Tinggi = setting target tinggi tapi juga diimbangi oleh kemampuan
- Di atas kail = setting target lebih tinggi dibanding kemampuan


7. Arah tulisan pada kertas
Naik/menanjak = energik, optimis, tegas
Tetap/lurus = perfeksionis, sulit bergaul
Turun = seorang yang tertekan atau lelah, kemungkinan menutup diri


8. Tekanan saat menulis
Makin kuat tekanan, makin besar intensitas emosional penulisnya.


9. Ukuran huruf
Makin kecil huruf yang ditulis, maka makin besar tingkat konsenterasi si penulis, begitu pula sebaliknya.


10. Sedikit tentang huruf “O”
- Adanya rahasia ditunjukkan oleh lingkaran kecil pada huruf “O”
- Kebohongan ditunjukkan oleh lingkaran huruf “O” yang mengarah ke kanan

Rahasia Membaca Karakter Dari Tanda Tangan


Semua orang tahu bahwa apapun yang kita tulis menunjukkan karakter kita, tak terkecuali tanda tangan. Namun tidak semua orang tahu bagaimana membaca karakter dari bentuk tanda tangan. Nah postingan kali ini kita mencoba untuk menelaah tanda tangan.
1. Satu Garis Di Bawah Tanda Tangan
Mempunyai keyakinan yang tinggi dan personaliti yang baik. Namun, bersifat kikir mereka juga percaya kepada kebahagiaan dalam kehidupan manusia.
2. Dua Titik Di Bawah Tanda Tangan
Mereka boleh dikatakan berjiwa romantis. Mudah ganti pasangan seperti menukar baju. Memilih orang yang memiliki kecantikan dan mereka sendiri berusaha untuk kelihatan menarik dan mereka ini juga mudah menarik perhatian orang lain.
3. Satu Titik Di Bawah Tanda Tangan
Lebih cenderung kepada seni klasik serta perkara yang mudah dan tenang. Jika orang lain yang telah hilang kepercayaan kepada anda, anda tidak akan sesekali kembali kepada mereka dan ini menunjukkan mereka seorang yang tetap pendirian.
4. Tiada Garis atau Titik Di Bawah Tanda Tangan
Mereka ini selalu senang hidup dalam dunia sendiri dan mereka juga jarang mau mendengar pendapat orang lain.Mereka ini boleh di kategorikan sebagai pencinta alam tetapi mereka juga mempunyai sifat agak kikir.
5. Tiada Persamaan Antara Nama dan Tanda Tangan
Maksudnya tanda tangan mereka tidak menonjolkan nama mereka. Golongan ini mencoba untuk kelihatan bergaya, suka menyembunyikan sesuatu. Mereka jarang untuk berterus terang tetapi mereka merupakan pendengar yang baik dan senantiasa memberi perhatian tentang apa yang orang lain sedang katakan.
6. Ada Persamaan Antara Nama dan Tanda Tangan
Mereka ini berkeinginan untuk menjadi bijak tetapi mereka tidak pernah berpikir. Mereka ini tidak konsisten, dan selalu menukar ide atau pandangan sendiri seperti angin. Golongan ini tidak pernah berpikir baik buruk tentang sesuatu perkara. Biasanya, orang lain bisa mengambil hati mereka dengan hanya memuji.
7. Tanda Tangan dengan Huruf Yang Tidak Bersambung
Mereka ini sangat baik terhadap orang lain. Mempunyai hati yang baik, tidak mementingkan diri dan siap berkorban untuk kepentingan dan kebahagiaan orang yang di sayangi. Tapi apabila terlalu banyak perkara yang mereka pikirkan, ini menyebabkan mereka akan cepat tersinggung.
8. Tanda Tangan yang Lengkap Seperti Nama
Mereka sangat baik hati dan bisa menyesuaikan diri dengan suasana apa saja dan siapa saja yang mereka temui. Golongan ini juga sangat teguh pendirian serta pendapat dan memiliki keinginan yang sangat kuat dalam mendapatkan sesuatu.

Sabtu, 04 Februari 2012

6 Manfaat Kesehatan dari Menangis


Manusia menangis karena alasan yang berbeda dan berdasarkan emosi yang berbeda, bisa karena rasa sakit, sedih, kehilangan, frustrasi, atau ketakutan. Di sisi lain, air mata juga bisa memberikan manfaat dalam menjaga kesehatan seseorang.


http://www.osovo.com/pics/sad/sad-child06.jpg


"Air mata hanya salah satu dari banyak keajaiban yang bekerja dengan baik sehingga kita bisa mengeluarkanya setiap hari," kata Dr Gerald R. Bergman, profesor di Medical University of Ohio dan instruktur di Divisi Seni & Ilmu Pengetahuan Northwest State Community College di Archbold, Ohio.

Terlepas dari emosi dan alasan yang mendasari, menangis sering membuat orang merasa lebih baik. Penelitian menunjukkan bahwa 88,8 % orang merasa lebih baik setelah menangis, dan hanya 8,4 % merasa lebih buruk.

Seperti dilansir New York Times, Jumat (3/2//2012), berikut adalah manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari menangis.

http://2.bp.blogspot.com/_7ExMe--wqPY/TPdROuiOC-I/AAAAAAAAAFU/9mYc_92P8e0/s1600/sadGirl_01%25255B1%25255D.jpg

1. Membantu Melihat
Fungsi dasar air mata adalah memungkinkan manusia untuk melihat. Air mata tidak hanya melumasi bola mata dan kelopak mata, tapi juga mencegahnya agar tidak kekeringan. Jika tidak dilumasi dengan baik, maka mata tidak dapat melihat.

2. Membunuh Bakteri
Air mata sebeanranya adalah zat antibakteri dan antivirus yang bekerja melawan semua kuman dari tempat-tempat yang dikunjungi. Air mata mengandung lisozim, cairan anti kuman yang dapat membunuh 90 - 95 % bakteri hanya dalam 5-10 menit.

3. Menyingkirkan Racun
Ahli biokimia bernama William Frey telah meneliti air mata dan menemukan bahwa air mata yang terbentuk ketika mengalami kesedihan lebih beracun dari air mata yang terkena debu atau iritasi. Ternyata, air mata tersebut mengeluarkan racun dari tubuh yang terbentuk karena stres.

4. Meningkatkan Suasana Hati
Terlalu banyak kadar zat mangan (Mn) dapat menyebabkan hal-hal buruk seperti: kecemasan, kegelisahan, lekas marah, kelelahan, agresi, gangguan emosional, dan seluruh perasaan negatif lainnya. Menangis menurunkan kadar mangan seseorang. Air mata yang keluar ketika sedih mengandung konsentrasi protein 24 % lebih tinggi dan dapat mengangkut molekul mangan yang beracun.

5. Menurunkan Stres
Air mata memiliki fungsi seperti keringat dalam berolahraga, maka menangis baik untuk meredakan stres. Air mata mengurangi beberapa bahan kimia yang muncul dalam tubuh karena stres seperti endorfin, leusin-enkaphalin, dan prolaktin. Tapi di satu sisi, air mata juga dapat meningkatkan tingkat stres dan memperparah penyakit yang diakibatkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan maag.

6. Menarik Simpati dan Mendekatkan Diri dengan Orang Lain
Air mata secara dramatis dapat mengubah pendangan seseorang dan menyatukan orang dengan cara yang tulus. Air mata dapat memecah dinding emosional dan hambatan mental dalam diri sendiri terhadap orang lain.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/1f/A_child_sad_that_his_hot_dog_fell_on_the_ground.jpg

Nirmala Manindra Dwi Putri